`


THERE IS NO GOD EXCEPT ALLAH
read:
MALAYSIA Tanah Tumpah Darahku

LOVE MALAYSIA!!!

 



 

1 JUNE 2026

Friday, January 7, 2011

FURTHER PROOF TO SHOW RAIS DID NOT RAPE HIS INDON MAID


Various group have been meeting-up with the alleged Indonesian maid Robengah and her family in Indonesia to 'withdraw her alleged claim that Datuk Seri Utama Dr Rais Yatim had raped her'.

The sudden intimidation by certain 'powerful' forces seem to have been working during the past few days to save the face of our Senior Malaysian Minister.

Below is the statement published by Pisau.net to show that Rais is a 'victim of circumstances' and that he had not raped the Indonesian maid, Robengah.

IT UP TO THE MALAYSIAN PUBLIC TO DECIDE......


Lagi Bukti Rais Di Fitnah

Filed Under ( ) by pisau on 7.1.11

Sebelum ini Pisau mendedahkan gambar dan video saksi yang menafikan sepenuhnya Rubingah dirogol oleh menteri.

Rakan blogger Dr Novandri turut mendedahkan pengakuan bersumpah Rubingah bahawa beliau tidak dirogol dan menyangkal tuduhan fitnah yang dilemparkan terhadap Ds Rais Yatim.

Di dalam halaman web Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), Moh Jumhur Hidayat menyatakan bahawa :-

"Sudah ada keterangan langsung dari Ibu Rubingah dan juga pernyataan tertulis bahwa beliau tidak pernah mengalami pemerkosaan selama bekerja pada keluarga majikan Datuk Rais Yatim di Malaysia, termasuk perlakuan lain yang tidak pantas," kata Jumhur.

Penjelasan Jumhur didasarkan hasil pertemuan empat staf Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI--unit teknis di bawah BNP2TKI) Semarang dengan Rubingah maupun Sukirman selaku suami Rubingah di tempat tinggalnya, Kamis (6/1) dan Jumat ini.

Sila rujuk laporan yang disiarkan di dalam web Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) :-
Jumhur: Tak Pernah Ada Pemerkosaaan TKI Oleh Menteri Malaysia Cianjur, BNP2TKI (7/1) - Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Moh Jumhur Hidayat menegaskan, kasus dugaan pemerkosaan terhadap Tenaga Kerja Indonesia Rubingah (48) oleh Menteri Komunikasi dan Kebudayaan Malaysia Datuk Rais Yatim, tidak pernah ada.

"Sudah ada keterangan langsung dari Ibu Rubingah dan juga pernyataan tertulis bahwa beliau tidak pernah mengalami pemerkosaan selama bekerja pada keluarga majikan Datuk Rais Yatim di Malaysia, termasuk perlakuan lain yang tidak pantas," kata Jumhur disela-sela penutupan Rapat Kerja Teknis (Rakernis) BNP2TKI, Jumat (7/1) di Cianjur, Jawa Barat.

Penjelasan Jumhur didasarkan hasil pertemuan empat staf Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI--unit teknis di bawah BNP2TKI) Semarang dengan Rubingah maupun Sukirman selaku suami Rubingah di tempat tinggalnya, Kamis (6/1) dan Jumat ini.

Rubingah (kanan)

Jumhur memang telah menugaskan Kepala BP3TKI Semarang AB Rochman, untuk menelusuri kebenaran isu dugaan perkosaan tersebut langsung kepada pihak keluarga Rubingah.

Rubingah bekerja di Malaysia sejak 1999 sampai 2007 di rumah pasangan Datuk Rais Yatim dan Datin Masnah, kemudian kembali ke daerah asalnya pada 2007 di Dukuh Kramenan Rt 2 Rw 3, Desa Pagelak, Kecamatan Madukara, Banjarnegara, Jawa Tengah.

Setelah bekerja di Malaysia Rubingah berpindah sebagai TKI PLRT (Penata Laksana Rumah Tangga) di Brunei Darussalam serta Singapura.

Rubingah memiliki dua anak yaitu Monika Umami (26) dan Agustina Umami (21). Anak terakhirnya kini bekerja sebagai TKI di Taiwan. Sedangkan suami Rubingah membuka usaha bengkel reparasi elektronik.

"Saya juga sudah melaporkan penjelasan Ibu Rubingah ini kepada Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar," tambah Jumhur.

Jumhur selanjutnya meminta pihak mana pun agar berhati-hati dalam mengangkat kasus dugaan pemerkosaan terhadap TKI oleh Menteri Malaysia itu.

"Sebab, ini menyangkut nama baik Ibu Rubingah bersama keluarganya yang saat ini hidup tenang dan nyaman di kampungnya," ujar Jumhur.

Dalam pernyataan tertulisnya Rubingah menjelaskan, tidak pernah terjadi upaya pelecehan seksual oleh majikannya selama ia bekerja di Malaysia.

"Saya bekerja selama delapan tahun di rumah Datuk. Selama itu baik-baik saja, tidak pernah ada permasalahan, apalagi terkait perlakuan kasar serta tidak senonoh terhadap saya," kata Rubingah.

Diakui, selain dirinya masih ada tiga TKI lain yang bekerja di rumah Datuk Rais Yatim di Negeri Sembilan Malaysia asal Lampung, Madura, dan Semarang (Jawa Tengah).

"Kami juga semuanya bekerja baik-baik dan istri Datuk sangat baik pada kami. Tetapi Datuk Rais Yatim hanya sebulan sekali pulang. Kami ketemu Datuk pun hanya saat membuka pintu saja," tegas Rubingah.

Ia sendiri tidak mengerti dengan munculnya berita di media massa Malaysia, yang menyebut-nyebut pernah diperkosa oleh Datuk Rais Yatim pada 2007.

"Saya istighfar saja atas berita itu. Saya sedih sekali, karena memang tidak pernah ada pemerkosaan itu," katanya.

Sementara Datuk Rais Yatim sebagaimana dikutip kantor berita Malaysia, Bernama (5/1), membantah telah melakukan perkosaan kepada Rb.

“Saya menolak dugaan-dugaan itu, baik soal pemerkosaan terhadap seseorang empat tahun lalu atau dugaan lain, yang beredar di internet ataupun kelompok politik tertentu,” tegas Rais Yatim di Kuala Lumpur, Rabu (5/1).

Sumber Novandri

Sudah terbukti bahawa Ds Rais Yatim difitnah ,Pisau berharap nama Ds Rais Yatim dapat dibersihkan .


Mengenai artikel sebelum ini,Pisau dengan rendah hati memohon maaf kepada YB Husam Musa kerana membabitkan beliau didalam isu ini,berdasarkan maklumat terkini,fakta yang diterima adalah salah dan tidak tepat mengenai pertemuan beliau bersama Robingah.Yb Husam Musa tidak terbabit dan tidak ada kena mengena didalam isu mengfitnah Ds Rais. Haram Maklum.


Pisau kata " dah selesai kes fitnah Ds Rais,sekarang Adun Selinsing apa cerita?"

2 comments:

  1. Kalau tak lupa saya, minister ni suka sanggat buat lapuran polis, kalau difitnah, kenapa pula berdiam je kali ni ?

    ReplyDelete

Note: Only a member of this blog may post a comment.